kata kita
Home » puisi » KERINDUAN MALAM GANJIL
-
KERINDUAN MALAM GANJIL
Meniti malamku yang letih
Setelah rindu tak tersampaikan
Payahku, ibu mengertikan rasa
Kulahir tak sendirian
Pergi setelah gundah menyusun kabut kemarahan
Menghujamku sebilah pedang pedih yang mati
Bila tak terima aku lagi, ibu
Kulahir tak kesepian
Kesusahan sungguh berlabuh mimpiku
Diantara getir malam ganjil
Kubercermin…
Menuduh bayangku tak sesungguh rembulan malam, ibu
Walau tak sempurna sampai penghabisanku
Kupeluk tetap bayangmu di atas symphony peraduan
Babat, 2007
MUNAFIK
Kelam…
Dalam lekuk yang terbaris
Tersakiti meniduri cinta
Ada dua di wajahmu
Hitam dan putih
Antara remang yang kupilih
Saat itu tidak begini
Sekarang begitu
Salah tak mau sebab, pun
Kering merahku tak mengalir
Lagi…
Membohongiku tuk mengulang
Itu wajah buat kamu
Hitam dan putih
Antara remang yang kupilih
Ruang hampa, Agustus 2007
KERTAS BURAM
Menepis sajak yang melulu merobek
Keruh dalam sandal abjad yang tak jalan
Tetirah terus berlayar
Dan kini menepi di kertas buram
Saksiku menangisi lagu
Hening termakan
Dalam rosok
Buram…
Ruang hampa, Agustus 2007
NEGARAKU SEMAKIN TUA
Panas gersang sedetik-detik mulai membakar
Daun-daun mongering pun lapuk dari muda
Tak duga bencana enggan tuk tidur
Negeriku renta…
Dan anak pun mulai tak karuan
Entah nasib ditangan siapa ?
Ketuaan mengundang duka
Di sini…
Mbah-mbah berdiri kata
Para bapak dan omku ompong disana
Aku penat tak diladeni
Sebab tua meniduru tanahku
Dilorong buncit ku sasar bangkit
Sebab bebas dipegat
Teriakku merdeka !
Agustus, 2007
oleh : Aziel Az-zahraRelated Posts : puisi
2 comments:
-
blogwalking...
thankz ea udah mmpir ke tempatq...
keren bgt web-na ^^
gud luck sll...
btw,lam kenal balek jg ea n salam sayank....
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


puisi yang bagus hinggs merinding ngebacanya...good luck...